Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Selesai, Basarnas: Seluruh Korban yang Dievakuasi Perempuan

Berita784 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Basarnas menyatakan proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur telah selesai.

Seluruh korban yang dievakuasi dalam operasi tersebut merupakan perempuan.
“Seratus persen korban yang kami evakuasi adalah perempuan,” ujar Kepala Basarnas Mayjen TNI M. Syafii kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4/2026).

Syafii menjelaskan, operasi pencarian dan evakuasi resmi ditutup pada pukul 08.00 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam penanganan kecelakaan itu telah ditarik kembali ke satuan masing-masing.

“Alhamdulillah, atas kerja sama semua unsur, operasi SAR dapat dilaksanakan sesuai harapan. Tadi pagi pukul 08.00 WIB operasi dinyatakan selesai, dan seluruh tim SAR kami kembalikan ke home base masing-masing,” katanya.

Meski operasi evakuasi telah berakhir, Basarnas memastikan tetap siap melakukan penanganan lanjutan apabila ditemukan bagian tubuh korban saat proses pembersihan bangkai kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang tertinggal. Namun apabila dalam proses pembersihan ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, kami akan melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Syafii.

Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin malam (27/4/2026). Berdasarkan data terbaru, insiden itu menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas bermula ketika KRL Commuter Line sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

 

Saat itu, perjalanan KRL terhenti karena adanya gangguan setelah sebuah taksi tertemper kereta lain di perlintasan sekitar stasiun. Dalam kondisi berhenti, KRL tersebut kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.

Benturan keras menyebabkan gerbong khusus wanita yang berada di bagian belakang mengalami kerusakan parah. Gerbong tersebut robek setelah tertembus oleh lokomotif KA Argo Bromo Anggrek, sehingga menimbulkan korban jiwa.