Dibakar Saat Demo Rusuh, Pramono Resmikan Halte Transjakarta Senen dengan Nama Baru “Jaga Jakarta”

Berita751 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan kembali Halte Transjakarta Senen Sentral yang sempat rusak parah akibat dibakar massa saat aksi demonstrasi ricuh pada Jumat (29/8/2025). Dalam peresmian yang digelar Senin (8/9/2025), halte tersebut kini diberi nama baru: Halte Transjakarta Jaga Jakarta.

 

Pergantian nama ini, menurut Pramono, dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi seluruh warga agar ikut menjaga Jakarta dari berbagai aksi yang dapat merusak fasilitas umum.

 

“Perubahan ini tentunya dengan maksud agar kita semua menjaga Jakarta secara bersama-sama. Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan masyarakat,” ujar Pramono saat ditemui di lokasi peresmian.

Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada warga ibu kota yang tetap berperan aktif menjaga keamanan selama unjuk rasa berlangsung. Ia menekankan, kebersamaan dan gotong royong masyarakat sangat berarti ketika Jakarta menghadapi tekanan.

 

Meski rusak parah, perbaikan halte Senen bisa rampung dalam waktu kurang dari tujuh hari. Pramono mengaku bersyukur fasilitas ini sudah kembali beroperasi normal.

 

“Saya bersyukur sekali, tidak lebih dari tujuh hari halte ini sudah normal kembali. Dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali,” ungkapnya.

Selain halte, pemerintah juga menargetkan perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Senen dan Polda Metro Jaya. Pekerjaan infrastruktur dilakukan secara kolaboratif, di mana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani lift dan JPO atas arahan Presiden Prabowo Subianto, sedangkan pembangunan halte dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Transjakarta.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, Pramono tiba sekitar pukul 08.44 WIB dengan mengenakan seragam khaki. Ia sempat meninjau Halte Senen Toyota Rangga yang juga mengalami kerusakan, sekaligus mencoba sistem tap in-out untuk memastikan halte sudah berfungsi kembali.

 

Sebagai bentuk edukasi, sejumlah puing bekas kebakaran dipajang dalam etalase khusus di area halte. Beberapa bagian yang hangus turut dipertahankan, namun tetap sesuai standar keamanan.

 

Dengan peresmian ini, seluruh aktivitas transportasi di Jakarta dipastikan kembali berjalan normal. Pemerintah berharap nama baru “Jaga Jakarta” bisa menjadi simbol persatuan warga dalam melindungi fasilitas publik dari aksi anarkis.