China Tolak Negara yang Bertindak sebagai “Hakim Dunia” Usai AS Tangkap Nicolas Maduro

Internasional205 Views

Ingetindonesia.com, Jakarta – Pemerintah China menyatakan tidak dapat menerima tindakan negara mana pun yang bertindak sebagai “hakim dunia” menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Beijing, Minggu (waktu setempat).

Dalam pernyataannya, Wang Yi menyinggung perkembangan mendadak di Venezuela tanpa secara langsung menyebut Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa China sejak awal menolak anggapan ada satu negara yang berhak menjadi polisi maupun hakim bagi dunia. Menurutnya, kedaulatan dan keamanan seluruh negara harus dilindungi sepenuhnya berdasarkan hukum internasional.

Pernyataan ini menjadi komentar resmi pertama dari Beijing sejak beredarnya gambar Presiden Venezuela berusia 63 tahun itu dalam kondisi diborgol dan ditutup matanya, yang mengejutkan publik Venezuela.

Saat ini, Nicolas Maduro dilaporkan berada di pusat penahanan New York dan dijadwalkan menjalani sidang pengadilan pada Senin atas dakwaan terkait narkotika.

Sikap tegas China ini muncul di tengah ambisinya untuk tampil sebagai kekuatan diplomatik global. Beijing sebelumnya menunjukkan peran aktif di panggung internasional, termasuk ketika berhasil memediasi rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Iran pada 2023.

China juga menyatakan komitmennya untuk memainkan peran konstruktif dalam berbagai isu global yang sensitif. Keberhasilan menghadapi Amerika Serikat dalam negosiasi perdagangan turut memperkuat kepercayaan diri Beijing di kancah internasional.

Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Washington akan mengawasi pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu menjadi ujian serius bagi kemitraan strategis komprehensif antara China dan Venezuela. Hubungan tersebut ditegaskan pada 2023, bertepatan dengan hampir 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Seorang pejabat pemerintah China yang mengetahui pertemuan antara Maduro dan utusan khusus China untuk Amerika Latin dan Karibia, Qiu Xiaoqi, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut menjadi pukulan besar bagi Beijing. China disebut ingin mempertahankan citra sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi Venezuela.

Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, China selama ini menjadi penopang penting bagi Venezuela, terutama sejak Amerika Serikat dan sekutunya memperketat sanksi pada 2017. Pada 2024, China tercatat membeli sekitar 1,6 miliar dolar AS barang dari Venezuela, dengan hampir setengahnya berupa minyak mentah. Selain itu, perusahaan minyak milik negara China dilaporkan telah menanamkan investasi sekitar 4,6 miliar dolar AS di Venezuela hingga 2018.