Berebut Kursi Magang Nasional, 732 Ribu Pendaftar Hanya 46 Ribu yang Lolos

Ekonomi186 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Program Magang Nasional Angkatan II Batch I 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 732.483 orang mendaftar, namun hanya 46.160 peserta yang akhirnya ditetapkan lolos mengikuti program pemagangan.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Darmawansyah, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program pemagangan nasional.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tercatat 732.483 orang melakukan pendaftaran dalam program Pemagangan Nasional Tahun 2026 Batch I Angkatan 2,” ujar Darmawansyah, Selasa, 11 Agustus 2026, dikutip Rabu (12/8/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 244.982 orang dinyatakan memenuhi persyaratan (eligible) untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Selanjutnya, sebanyak 226.719 orang mengajukan lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia. Secara keseluruhan terdapat 547.000 lamaran, dengan rata-rata 1,93 lamaran aktif untuk setiap pelamar.

Sebanyak 225.920 orang kemudian masuk dalam proses rekrutmen peserta Magang Nasional. Setelah proses verifikasi, terdapat 48.088 calon peserta yang dapat diproses lebih lanjut.

Kemnaker kemudian mengusulkan 46.402 calon untuk ditetapkan sebagai peserta. Setelah melalui proses seleksi dan sidang pleno, sebanyak 46.160 orang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemagangan Nasional Angkatan II Batch I 2026.

Sementara itu, 242 calon lainnya tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap akhir verifikasi.

Mulai Magang 10 Agustus 2026

Program Magang Nasional Angkatan II Batch I mulai dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 dan berlangsung selama enam bulan.

Program tersebut melibatkan 3.673 penyelenggara, yang terdiri atas 1.830 perusahaan serta 1.842 kementerian dan lembaga.

Para penyelenggara menyediakan 28.455 lowongan pemagangan dengan total kapasitas mencapai 54.304 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 31.251 kuota pada perusahaan dan 23.053 kuota pada kementerian/lembaga.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan ruang pembelajaran kerja bagi lulusan perguruan tinggi.

“Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” kata Yassierli saat Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Magang Nasional Bukan Sekadar Formalitas

Yassierli menegaskan, Program Pemagangan Nasional atau MagangHub tidak boleh dijalankan hanya untuk memenuhi formalitas administratif.

Menurut dia, program ini harus menjadi ruang untuk membentuk kompetensi, profesionalisme, serta memberikan pengalaman kerja nyata bagi talenta muda Indonesia.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” tegas Yassierli.

Ia juga meminta seluruh penyelenggara memastikan kualitas pelaksanaan program. Peserta harus mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan bidangnya, pendampingan mentor, pembelajaran terarah, serta evaluasi secara konsisten.

“Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” ujarnya.

Dengan demikian, program Magang Nasional diharapkan tidak berhenti pada pengalaman kerja sementara, tetapi mampu menjadi pijakan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja secara lebih siap dan profesional.

Program Magang Nasional pertama kali diluncurkan pemerintah pada 20 Oktober 2025. Pada pertengahan April 2026, tahap pertama program tersebut telah selesai dilaksanakan.

Selama enam bulan pelaksanaan tahap pertama, sebanyak 11.949 lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate) mendapatkan pengalaman bekerja di lingkungan industri hingga kementerian dan lembaga pemerintah.

Program tersebut melibatkan 1.185 perusahaan sebagai penyelenggara magang serta 5.267 mentor.

Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan mendapatkan sertifikat magang. Sementara peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan tetapi belum menyelesaikan enam bulan memperoleh surat keterangan.

Besarnya jumlah pendaftar pada Angkatan II Batch I menunjukkan persaingan yang cukup ketat untuk mendapatkan kesempatan mengikuti program. Dari 732.483 pendaftar, hanya sekitar 6,3 persen yang akhirnya ditetapkan sebagai peserta.

Pemerintah berharap kesempatan enam bulan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, sekaligus memperbesar peluang memasuki dunia kerja setelah program berakhir.