BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Ini Lima Tuntutan kepada Pemerintah

Berita86 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta– Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Aksi yang mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut” tersebut diikuti sekitar seribu mahasiswa yang berangkat dari kampus Universitas Indonesia, Depok.

Sejak pagi hari, mahasiswa mulai berkumpul di lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI sebelum bertolak menuju Jakarta. Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi, mengatakan massa aksi diperkirakan mencapai seribu orang.

banner 336x280

“Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI,” ujar Albani.

Menurutnya, demonstrasi dilaksanakan setelah Salat Jumat sebagai bentuk penghormatan kepada peserta aksi yang menjalankan ibadah.

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan anggaran APBN, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penurunan harga kebutuhan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penghentian program Koperasi Desa (Kopdes). Selain itu, mahasiswa juga menyoroti isu militerisasi di ranah sipil dan menuntut agar praktik tersebut dihentikan.

Albani menilai pemerintah perlu segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, langkah perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah memburuknya kondisi ekonomi nasional.

“Kami meminta pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kesalahan kebijakan yang selama ini terjadi,” katanya.

BEM UI menilai sejumlah indikator ekonomi, baik di sektor fiskal, moneter, maupun pasar modal, menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada krisis ekonomi. Karena itu, mereka menganggap perlu adanya koreksi terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan dilakukan setelah berbagai kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa dinilai tidak mendapat respons yang memadai dari pemerintah.

“Kami memandang kesempatan dan waktu yang diberikan kepada pemerintah sudah cukup lama. Kritik berbasis data sudah disampaikan, tetapi sering kali diabaikan,” ujar Athof dalam keterangannya.

Athof juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang menurutnya tidak sejalan dengan angka pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah. Ia menilai kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya beban pajak masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat.

Selain isu ekonomi, BEM UI turut mengkritisi sejumlah kebijakan terkait pajak UMKM, sektor pertambangan, serta meningkatnya keterlibatan unsur militer dalam ruang sipil dan lingkungan kampus.

Aksi demonstrasi ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi demi menjawab tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *