BCA Raih Laba Bersih Rp 25,16 Triliun hingga Mei 2025, Didorong Pendapatan Dividen dan Efisiensi Biaya

Ekonomi632 Views

 Ingetindonesia.com,Jakarta- Bank Central Asia (BCA), pemberi pinjaman swasta terbesar di Indonesia, membukukan laba bersih sebesar Rp 25,16 triliun ($1,5 miliar) per Mei 2025, menandai peningkatan 16,31 persen dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pendapatan dividen, pendapatan bunga bersih yang lebih kuat, dan peningkatan efisiensi biaya.

Angka laba tersebut mencerminkan kinerja BCA sebagai bank saja dan tidak termasuk kontribusi dari anak perusahaannya di bidang pembiayaan, asuransi, atau unit bisnis lainnya.

Pada bulan Mei saja, BCA mencatat laba bersih Rp 5 triliun — naik 12 persen tahun-ke-tahun dan 10 persen bulan-ke-bulan.

Salah satu penyumbang utama kinerja ini adalah pendapatan dividen sebesar Rp 2,18 triliun. Bahkan tanpa memperhitungkan dividen, laba bersih BCA tetap membukukan kenaikan 10,12 persen secara tahunan untuk periode Januari-Mei.

Meningkatnya pendapatan berbasis biaya juga mendukung pertumbuhan laba. Pendapatan komisi dan biaya naik 7,47 persen tahun-ke-tahun hingga mencapai Rp 7,73 triliun.

Baik pendapatan bunga bersih (NII) maupun pendapatan non-bunga (Non-II) menunjukkan kenaikan yang stabil, masing-masing naik 7 persen tahun-ke-tahun menjadi Rp 33,12 triliun pada lima bulan pertama tahun 2025.

Hingga Mei 2025, total aset BCA secara mandiri mencapai Rp 1.467,18 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp 1.219,34 triliun dan ekuitas sebesar Rp 247,84 triliun.

Dari sudut pandang likuiditas, bank mempertahankan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) yang sehat sebesar 80,01 persen.

Meskipun kinerja keuangannya kuat, saham BCA (BBCA) anjlok 1,1 persen pada hari Jumat, ditutup pada harga Rp 9.025. Secara year-to-date, saham tersebut turun 6,72 persen