Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Digital dengan Swasta, Fokus pada Pusat Data, AI, dan Konektivitas

Berita, Finance526 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan sektor swasta untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan kawasan, khususnya dalam pengembangan pusat data (data center), kecerdasan artifisial (AI), dan konektivitas digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Indonesia saat ini tengah bertransformasi dalam pendekatan pembangunan digital, dari sebelumnya bergantung sepenuhnya pada pemerintah menjadi model kolaboratif melalui kemitraan publik-swasta (public-private partnership/PPP).

banner 336x280

“Kami mengubah pendekatan. Sebelumnya, Pusat Data Nasional (PDN) hanya dibangun oleh pemerintah. Sekarang kita buka peluang PPP agar PDN menjadi bagian dari ekosistem digital nasional yang lebih kuat,” kata Meutya di Jakarta, Jumat (18/7).

Kerja Sama Strategis dengan Singtel

Peluang kerja sama tersebut dibahas bersama perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Singapore Telecommunications Limited (Singtel). Diskusi ini mencakup kontribusi Singtel dalam penguatan infrastruktur pusat data hingga jaringan digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Meutya menegaskan bahwa pendekatan tertutup tidak lagi relevan di era teknologi yang dinamis. Kolaborasi antarnegara dan antarsektor menjadi kunci mempercepat pembangunan digital yang inklusif dan berdaya saing.

Dalam pengembangan kecerdasan artifisial, Meutya menyampaikan bahwa Indonesia mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab, serta menilai Singapura sebagai negara percontohan dalam tata kelola AI di kawasan Asia Tenggara.

“AI menjadi perhatian utama kami. Kami ingin memitigasi risikonya sambil memanfaatkan potensinya. Dalam hal ini, Singapura sudah melangkah lebih dulu dan bisa menjadi panutan bagi kami,” ujar Meutya.

Zero Blank Spot dan Pemerataan Konektivitas

Kemkomdigi juga menargetkan capaian “zero blank spot” sebagai langkah cepat (quick win) dalam pemerataan konektivitas digital. Meutya menyebut kerja sama dengan Telkom, Telkomsel, dan Singtel sebagai strategi utama untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani jaringan internet.

“Kami percaya kolaborasi erat dengan Telkomsel dan Singtel akan mempercepat terwujudnya konektivitas yang merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk 3T,” tambahnya.

Meutya menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya membangun ekosistem digital kawasan yang tangguh, kolektif, dan adaptif, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan geopolitik global yang berdampak pada teknologi dan keamanan data.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta transformasi digital regional.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *