Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Asap Karhutla hingga 20 September

Berita45 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com, Kalimantan Barat (Kalbar) memperpanjang status tanggap darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 September 2026. Perpanjangan dilakukan karena operasi penanganan dan pendinginan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan status tanggap darurat diperpanjang mulai 7 hingga 20 September 2026.

banner 336x280

“Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla akan diperpanjang terhitung mulai tanggal 7 sampai dengan 20 September 2026,” kata Krisantus, dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).

Krisantus menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan masih berjalan.

Penanganan karhutla dilakukan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara. Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.

Pemprov Kalbar juga menyiapkan dukungan anggaran untuk menangani dampak karhutla dan kekeringan. Salah satu sumber pembiayaan berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi personel, penyediaan dan distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Krisantus.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga memperpanjang status tanggap darurat bencana.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi bersama sejumlah instansi, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan evaluasi menunjukkan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026.

“Kami telah melaksanakan rapat evaluasi dihadiri beberapa instansi termasuk BMKG. Kami evaluasi satu per satu dan diperkirakan sampai pertengahan Oktober 2026 ini masih akan terjadi kemarau,” kata Yusran saat memimpin rapat evaluasi di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu.

Menurut Yusran, perpanjangan status tanggap darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan dampak kemarau.

Penanganan terutama difokuskan pada sektor kesehatan dan pendidikan, selain upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Titik Api Karhutla Terus Dipantau

Pemkab Kubu Raya juga terus memfokuskan penanganan karhutla dengan memadamkan titik api yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Meskipun jumlah titik api disebut telah jauh berkurang, petugas dan relawan tetap melakukan pemantauan serta pemadaman.

“Meski jumlah titik api telah jauh berkurang, petugas dan relawan tetap melakukan pemantauan serta upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran kembali meluas,” tutur Yusran.

Perpanjangan status tanggap darurat di Kalimantan Barat menunjukkan penanganan karhutla dan dampak asap masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober membuat upaya pencegahan dan pemadaman perlu terus dilakukan.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *