BNPB Perkuat Pemadaman Karhutla, Satgas Darat dan Water Bombing Dikerahkan

Berita309 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi antara satgas darat, satgas udara, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi ketersediaan air di daratan yang mulai berkurang. BNPB pun melakukan berbagai langkah untuk memastikan petugas tetap dapat menjangkau titik api dan titik panas.

banner 336x280

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penyediaan akses air menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, petugas melakukan kanalisasi, penggalian sumur bor, hingga penyekatan di sejumlah titik agar sumber air lebih mudah dijangkau oleh tim pemadam.

“Jumlah air yang ada di darat juga terus berkurang. Namun demikian, kami tetap melakukan kanalisasi, penggalian sumur bor, dan juga melakukan penyekatan di beberapa titik sehingga air bisa diambil melalui darat dengan lebih gampang dan dekat dengan titik api ataupun titik panas,” ujar Berton dalam konferensi pers bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Gedung BNPB, Senin (31/8/2026).

Satgas Darat dan Water Bombing Bersinergi

BNPB mengandalkan kombinasi pemadaman dari darat dan udara untuk mempercepat penanganan karhutla.

Berton menjelaskan, satgas darat menggunakan selang dengan memanfaatkan sumber air dari kanal. Pada saat yang sama, helikopter melakukan water bombing untuk menjatuhkan air langsung ke area yang terdapat titik panas.

“Satgas darat berjuang dengan selang dan sumber air dari kanal, helikopter water bombing memberikan dukungan dari atas dengan menyebarkan air tepat di titik panas,” kata Berton.

Menurut dia, kombinasi kedua metode tersebut diharapkan membuat proses pemadaman lebih efektif.

“Upaya ini dipadukan agar hasilnya lebih maksimal. Ini merupakan pekerjaan yang sulit, tetapi personel kita sudah sangat terlatih untuk melaksanakannya,” sambungnya.

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Selain pemadaman langsung, BNPB juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah yang terdampak karhutla.

Berton mengatakan total 5.600 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam telah disemaikan dalam pelaksanaan OMC. Namun, operasi tersebut tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena harus mempertimbangkan keberadaan bibit awan di atmosfer.

“Sekecil apa pun potensi terjadinya atau optimalisasi hujan, tetap akan kami pertimbangkan,” ujarnya.

Di Riau, OMC dilakukan sebanyak dua sorti dengan menyebarkan 2.000 kilogram NaCl. Sementara itu, operasi serupa juga dilakukan di Jambi.

Di Kalimantan Barat, OMC dilakukan satu sorti dengan menggunakan 800 kilogram NaCl. Adapun di Lampung juga dilakukan satu sorti.

Sementara itu, OMC belum dapat dilaksanakan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah karena belum terdapat informasi mengenai titik-titik awan yang mendukung pelaksanaan operasi tersebut.

Hujan Mulai Mengguyur Sejumlah Wilayah

Pelaksanaan OMC disebut mulai memberikan dampak positif. Intensitas hujan ringan hingga lebat mulai mengguyur sejumlah wilayah di Riau, Jambi, dan Lampung.

Meski demikian, BNPB menegaskan bahwa OMC tidak dapat diterapkan di seluruh wilayah secara bersamaan. Kondisi atmosfer dan keberadaan bibit awan menjadi faktor penting dalam menentukan pelaksanaan operasi.

BNPB tetap akan mempertimbangkan setiap peluang untuk meningkatkan potensi hujan guna membantu penanganan karhutla.

45 Hektare Karhutla di Sumatera Selatan Masih Ditangani

Kondisi karhutla juga menjadi perhatian pemerintah di Sumatera Selatan. Menteri Kehutanan bersama Kepala BNPB telah melakukan rapat koordinasi langsung di lapangan untuk memperkuat penanganan.

Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, tercatat 11 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 60 hektare.

Dari total tersebut, sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 45 hektare masih dalam penanganan.

Berton mengatakan operasi pemadaman melalui satgas darat menunjukkan hasil yang signifikan. Karena itu, BNPB bersama pemerintah daerah akan memperkuat operasi di lapangan.

“Operasi pemadaman melalui satgas darat ini memberikan hasil yang signifikan dibandingkan upaya lainnya. Oleh karena itu, BNPB dan pemerintah daerah akan memperkuat satgas darat dengan penambahan personel dan dukungan peralatan,” tutup Berton.

Penguatan satgas darat, dukungan water bombing, penyediaan sumber air, serta Operasi Modifikasi Cuaca menjadi bagian dari strategi terpadu BNPB dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *