Masjid Istiqlal Salurkan daging kurban terpusat ke lembaga binaan, hindari penumpukan massa

Berita887 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- Manajemen Masjid Istiqlal akan memulai penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026). Pada tahap awal, panitia mendahulukan penyembelihan hewan jenis kambing dan domba.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan terdapat perubahan skema distribusi daging kurban pada tahun ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Masjid Istiqlal tidak lagi membagikan kupon maupun menyalurkan daging secara langsung kepada masyarakat umum di area masjid.

banner 336x280

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya penempatan massal saat proses distribusi.

“Kita akan mendistribusikan ke masjid dan musala binaan Istiqlal. Panti asuhan, majelis taklim, perguruan tinggi Islam, pondok pesantren, hingga madrasah yang punya hubungan dengan Istiqlal,” ujar Nasaruddin Umar kepada wartawan di kawasan Masjid Istiqlal, Rabu (27/5/2026).

Menurut data panitia, hingga hari pelaksanaan Idul Adha, Masjid Istiqlal telah menerima 82 ekor hewan kurban yang terdiri dari 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan satu ekor domba. Penerimaan hewan kurban masih dibuka hingga Jumat (29/5/2026), mengingat proses penyembelihan berlangsung selama hari tasyrik.

Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, Istiqlal juga menerima dukungan dari berbagai kalangan, termasuk komunitas non-Muslim. Salah satunya berasal dari Gereja Katedral Jakarta. Selain itu, Hotel Borobudur turut menyumbangkan 25 ekor sapi.

Nasaruddin menjelaskan bahwa secara syariat Islam, sumbangan dari non-Muslim tidak dianggap sebagai ibadah kurban karena kurban merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Namun, saya bermaksud memandang kontribusi tersebut sebagai bentuk solidaritas sosial dan kemanusiaan.

“Bahkan separuh di antara hewan yang kita sembelih berasal dari kawan-kawan masyarakat umum. Mungkin itu tidak dimaksudkan sebagai kurban, karena yang wajib berkurban itu orang Islam yang mampu,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat Idul Adha perlu dimaknai sebagai gerakan bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama dalam menyediakan protein, tanpa melihat latar belakang agama.

“Apapun agamanya, kalau memang bisa ikut berbagi, bagaimana supaya masyarakat itu terbebas daripada krisis protein pada hari-hari Idul Kurban ini, itu sangat dianjurkan sekali,” pungkas Nasaruddin.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *