Jurnalis Tempo Kirim Pesan SOS usai Kapal Bantuan Gaza Dicegat Israel

Internasional116 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA — Militer Israel (IDF) melaporkan mencegat sedikitnya 25 kapal bantuan kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza, Palestina, dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Salah satu kapal yang dicegat adalah kapal Ozgurluk yang membawa jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, bersama dua jurnalis lainnya.

Kapal-kapal bantuan tersebut diketahui berangkat dari Marmaris, Turki, dan dicegat saat berada sekitar 250 mil laut dari Gaza.

banner 336x280

Sebelum komunikasi terputus, Andre sempat mengirimkan video berisi pesan darurat yang meminta dukungan publik Indonesia dan perhatian pemerintah.

“Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah di-intersep atau diculik oleh zionis Israel,” ujar Andre dalam video yang diunggah akun Instagram @tvtempochannel, Selasa (19/5).

Ia juga meminta masyarakat menyebarkan video tersebut agar mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan armada flotilla merupakan misi sipil damai yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. GPCI menilai tindakan Israel mengadang kapal sipil di perairan internasional sebagai pelanggaran hukum internasional.

Dalam misi tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), yang terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan. Mereka adalah Thoudy Badai, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, As’ad Aras, Rahendro Herubowo, dan Bambang Nuryono.

Lima di antaranya dilaporkan ditahan atau dicegat militer Israel, yakni Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Nuryono, dan Andi Angga Prasadewa.

Produser TV Tempo, Dheayu Jihan, mengatakan komunikasi terakhir dengan Andre terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 22.42 WIB. Saat itu Andre mengabarkan dirinya telah memasuki zona merah kapal dan berhasil mengirimkan titik koordinat posisi.

Menurut Jihan, nomor telepon Andre masih aktif hingga Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Pesan dari redaksi Tempo sempat terkirim, namun tidak mendapat balasan. Tak lama kemudian, ponsel Andre dipastikan tidak aktif.

“GPCI melaporkan bahwa kapal yang ditumpangi Andre mengalami pencegatan oleh militer Israel bersama 24 kapal lainnya yang tergabung dalam konvoi tersebut saat berada sekitar 250 juta laut dari Gaza,” kata Jihan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam tindakan keras Israel terhadap armada kemanusiaan internasional tersebut.

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mendesak Israel segera melepaskan seluruh dan awak misi kemanusiaan yang ditahan serta menjamin kelangsungan distribusi bantuan untuk rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Kemlu RI juga menyatakan telah menyiapkan langkah-langkah kontingensi untuk pemulangan sembilan WNI yang terlibat dalam misi tersebut.

“Perlindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar Yvonne.

Pemerintah Indonesia hingga kini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para WNI yang berada dalam armada Global Sumud Flotilla.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *