Prabowo Kunjungi Rusia, Bahas Pasokan Energi hingga Kerja Sama Migas

Finance89 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto akan memastikan ketersediaan minyak dari Rusia saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (13/4/2026).

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan terkait dinamika pasokan energi, khususnya minyak bagi Indonesia.

banner 336x280

Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa isu energi menjadi topik strategis yang akan dibahas dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, stabilitas pasokan energi sangat penting bagi kepentingan nasional Indonesia.

“Salah satu yang akan dibicarakan juga itu (pasokan minyak), karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis bagi bangsa Indonesia,” ujar Sugiono kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai situasi energi global juga akan menjadi bagian dari agenda pertemuan bilateral tersebut.

Meski enggan mengungkap jadwal pasti keberangkatan Presiden, Sugiono mengisyaratkan bahwa kunjungan itu akan segera terlaksana.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa rangkaian kunjungan ke luar negeri yang dilakukannya sejak pidatonya bukan sekadar agenda diplomasi biasa, melainkan upaya konkrit untuk mengamankan pasokan energi nasional.

“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana,” ujar Prabowo dalam rapat kerja bersama Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara berani, Rabu (8/4/2026).

Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang yang menghasilkan komitmen kerja sama peningkatan produksi energi di Indonesia. Langkah serupa, kata dia, akan terus dilakukan di negara lain guna memperkuat ketahanan energi domestik.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kemungkinan pembahasan lanjutan proyek kilang minyak dengan Rusia juga akan masuk dalam agenda pertemuan Prabowo dan Putin. Proyek tersebut melibatkan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan migas Rusia, Rosneft, dalam pembangunan Kilang Tuban.

“Rosneft dengan Pertamina membangun satu kilang di Tuban. Nah mungkin itu salah satu yang bisa kita tindak lanjuti,” ujar Bahlil.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan kerja sama business to business (B2B).

Terkait kemungkinan impor minyak dari Rusia, Bahlil menyatakan pemerintah tidak menutup opsi tersebut. Ia menyebut Indonesia membuka peluang sumber impor energi selain dari Timur Tengah dan Amerika Serikat.

“Ya kenapa tidak? Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Rusia, khususnya dalam sektor energi, di tengah tantangan global yang mempengaruhi stabilitas pasokan minyak dunia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *