Ingetindonesia.com,JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berada pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Prabowo, situasi dunia saat ini sedang berada dalam kondisi yang penuh dinamika dan potensi bahaya karena berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan.
“Dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” kata Prabowo dalam pernyataannya.
Ia juga menyinggung konflik besar yang sebelumnya terjadi di Eropa Timur, yakni perang antara Rusia dan Ukraina. Kini, menurutnya, eskalasi konflik juga meluas ke kawasan Timur Tengah.
“Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” ujarnya.
Prabowo menilai meskipun Indonesia secara geografis berada jauh dari pusat konflik, dampak dari ketegangan tersebut tetap dapat dirasakan karena dunia kini semakin terhubung.
“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berada di jalur yang benar dengan tidak berpihak kepada kekuatan atau blok mana pun.
“Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif nonblok. Kita tidak ingin ikut blok manapun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara,” tegasnya.
Presiden juga menekankan bahwa sikap tersebut sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika yang tidak hanya berlaku di dalam negeri, tetapi juga dalam hubungan internasional.
Menurutnya, Indonesia menghormati semua bangsa, agama, ras, dan kelompok etnis di dunia. Prinsip itulah yang dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia tetap berada dalam kondisi damai di tengah ketegangan global.
“Itulah Indonesia Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri tapi juga ke luar negeri. Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis,” kata Prabowo.











