Ingetindonesia.com,Jakarta – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan pemaparan arah Kebijakan Kebudayaan Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi dan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memaparkan bahwa sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan telah menjalankan berbagai program strategis yang terstruktur dalam tiga direktorat utama, yakni perlindungan dan pelestarian kebudayaan serta tradisi, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan, serta diplomasi dan kerja sama kebudayaan.
Menurut Fadli Zon, capaian kinerja sepanjang 2025 tercatat cukup komprehensif dan didukung oleh data serta visualisasi yang menggambarkan kemajuan signifikan di berbagai sektor kebudayaan. Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih mendalam dan berkelanjutan pada tahun 2026.
Memasuki tahun mendatang, Kementerian Kebudayaan akan memusatkan perhatian pada penguatan dan pendalaman kebijakan yang telah dirintis, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan sosial, ekonomi, serta dinamika geopolitik global. Salah satu agenda strategis yang menjadi fokus adalah penguatan konsep Mega Double City sebagai bagian dari branding peradaban Nusantara, yang merepresentasikan persatuan bangsa dan identitas budaya Indonesia yang tumbuh dari sejarah panjang peradaban.
Fadli Zon menegaskan bahwa kekayaan budaya nasional merupakan aset strategis bangsa yang harus terus direvitalisasi dan dikembangkan melalui sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, komunitas budaya, pelaku seni, budayawan, hingga masyarakat luas dinilai menjadi kunci utama dalam memajukan kebudayaan Indonesia.
Dalam kebijakan Kebudayaan Nasional 2026, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan ekosistem budaya, termasuk pengembangan sektor film, musik, sastra, seni pertunjukan, seni rupa, serta pelestarian Warisan Budaya Takbenda, cagar budaya, dan beragam ekspresi budaya lainnya.
Selain itu, revitalisasi museum daerah, keraton-keraton Nusantara, dan situs-situs kerajaan bersejarah ditetapkan sebagai prioritas. Kementerian Kebudayaan juga merencanakan produksi film bertema perjuangan bangsa serta pembangunan Rumah Budaya Indonesia di berbagai negara bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya di tingkat global.
“Kebudayaan tidak hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga membangun peradaban dan menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Fadli Zon.
Melalui arah kebijakan tersebut, tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus pilar pemersatu Indonesia di tengah keberagaman.












