5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Ini Kronologinya

Berita90 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Pandeglang – Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kelima jurnalis tersebut berangkat menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

banner 336x280

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri dari tiga awak dan lima jurnalis.

Tiga orang yang berada di kapal masing-masing Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Sementara lima jurnalis yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Bagus Sempat Kirim Foto Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat menuju Gunung Anak Krakatau, M Bagus Khoirunnas sempat mengirimkan foto dirinya bersama empat jurnalis lainnya kepada istrinya, Desi Purnamasari.

Perjalanan dari Dermaga Pagedongan menuju Gunung Anak Krakatau diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Pada pukul 14.42 WIB, Bagus masih sempat berkomunikasi dengan Abay, jurnalis Antara Biro Lampung yang berada di Pulau Sebesi.

Dalam komunikasi tersebut, Bagus mengirimkan informasi mengenai lokasi terkini rombongan.

Namun, komunikasi kemudian terputus. Sekitar pukul 15.04 WIB, Abay tidak lagi dapat menghubungi Bagus.

Meski demikian, pada pukul 18.13 WIB, Heriyanto selaku pemandu kapal sempat mengirimkan foto yang menunjukkan dirinya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Laporan Hilang Kontak Masuk ke Basarnas

Pimpinan Antara Biro Banten, Bayu Kuncahyo, kemudian melaporkan hilangnya kontak dengan salah satu pewartanya kepada Basarnas pada Selasa (8/9/2026) siang.

Setelah menerima laporan, Tim Rescue USS Pandeglang mengumpulkan informasi mengenai posisi terakhir rombongan sebelum bergerak menuju lokasi menggunakan RIB 02 Banten.

“Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” ujar Al Amrad.

Tim SAR juga melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Namun, hingga pencarian berakhir pada pukul 18.00 WIB, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

KN SAR Tetuka 247 Dikerahkan

Operasi pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan KN SAR Tetuka 247. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian.

KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.

Pada pukul 21.05 WIB, kapal tiba di perairan Sangiang. Namun, KN SAR Tetuka 247 tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang.

Kapal kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sambil tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual. Hasil pencarian pada malam tersebut masih nihil.

KN SAR Tetuka 247 tiba di Pelabuhan Ciwandan pada pukul 22.12 WIB dan berhasil sandar dengan aman.

Pencarian 5 Jurnalis Dilanjutkan

Pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing untuk mengevaluasi operasi pencarian.

Hasil evaluasi memutuskan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

“Operasi SAR hari pertama ditutup dengan hasil nihil,” kata Al Amrad.

Tim SAR Gabungan selanjutnya akan memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan kondisi di lapangan.

Untuk mendukung operasi, posko SAR terpadu didirikan di Dermaga Marina, Carita, Pandeglang, Banten.

Pencarian dilakukan untuk menemukan lima jurnalis bersama tiga orang lainnya yang berada dalam kapal cepat Arupadhatu 1 dan masih belum diketahui keberadaannya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *