2.570 lentera perdamaian dan 570 drone akan diterbangkan saat perayaan Waisak

Berita, Daerah902 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Pengelola kawasan Candi Borobudur memastikan kunjungan operasional wisata tetap dibuka pada hari pelaksanaan Hari Raya Waisak 2026. Namun, akses wisatawan akan dibatasi hingga pukul 14.00 WIB guna mendukung kelancaran rangkaian ibadah Waisak.

Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur mengatakan, wisatawan masih dapat berkunjung ke kawasan Borobudur pada Minggu, 31 Mei 2026, namun dengan sejumlah penyesuaian operasional.

“Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang kami akan mulai menyiapkan para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak,” kata Gistang di Magelang, Jawa Tengah,  Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, setelah pukul 14.00 WIB, pengunjung akan diarahkan keluar dari area kompleks candi untuk memberi ruang bagi persiapan prosesi ibadah dan acara puncak perayaan Waisak.

Selain melakukan waktu kunjungan, pengelola juga memberlakukan akses ke bangunan utama Candi Borobudur. Pada hari pelaksanaan Waisak, wisatawan hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak diizinkan naik ke struktur utama.

“Untuk naik ke atas candi juga tidak bisa pada hari tersebut, hanya sampai pelataran saja,” jelasnya.

Pembatasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kekhusyukan serta kelancaran pelaksanaan ritual keagamaan umat Buddha yang dipusatkan di kawasan Borobudur.

Sementara itu, perayaan Waisak 2026 juga akan dimeriahkan dengan ribuan penerbangan lentera perdamaian yang menjadi salah satu agenda paling dinanti.

Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengungkapkan bahwa tahun ini jumlah lentera yang diterbangkan mencapai 2.570 buah , bertambah satu dari tahun sebelumnya.

“Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya menambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian,” ujar Fatmawati.

Tak hanya itu, pertunjukan drone turut menjadi atraksi utama dalam perayaan Waisak tahun ini. Sebanyak 570 drone akan menghiasi langit malam Borobudur, meningkat dibandingkan tahun lalu yang menggunakan 450 drone.

“Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570, mengambil tiga digit tahun terakhir Buddhis,” terangnya.

Perayaan Waisak di Borobudur selama ini dikenal sebagai salah satu magnet wisata religi dan budaya terbesar di Indonesia, yang menarik ribuan umat Buddha serta wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.

“Perayaan Waisak di Borobudur setiap tahunnya menjadi magnet wisata religi dan budaya yang menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara,” tutup Fatmawati.